Bekerja di Rumah (Stanislav)

Desember 25, 2007 at 2:27 am | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Kadang – kadang ada hal – hal yang ‘memaksa’ kita untuk bekerja di rumah. Baik karena liburang panjang, tugas yang ternyata tidak terselesaikan di kantor, ataupun juga karena memang kita tidak mempunyai kantor dan harus bekerja di rumah.

Yang menjadi masalah, bekerja di rumah ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Image yang tertanam di sebagian besar manusia bahwa rumah itu adalah tempat untuk beristirahat, membuat kerja kita tidaklah efektif. Banyak gangguan yang sering terjadi. Padahal trend yang terjadi sekarang, semakin banyak orang yang ‘harus’ bekerja di rumah.

Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda lakukan, sehingga bekerja di rumah dapat seefektif bekerja di kantor (Saya sarikan dari berbagai informasi yang saya dapatkan di internet) :

Tempat kerja.

Sebaiknya yang nyaman, cukup cahaya dan udara. Tempat kerja yang rapi semakin menunjang efektifitas bekerja. Namun hal ini tidaklah mutlak, karena ada beberap orang yang mempunyai tempat kerja yang super berantakan, namun mereka tetap dapat bekerja dengan baik.

Kursi.

Ini adalah hal kecil yang sering ‘diabaikan’ namun ternyata sangat (kalau tidak bisa dibilang cukup) penting. Kursi yang tidak tepat, akan membuat kita menjadi lebih cepat capek, sehingga waktu kerja kita menjadi semakin singkat dan kerjaan kita tidak bisa terselesaikan. Satu hal yang cukup penting juga, kursi ini juga jangan terlalu nyaman, karena jangan2 malah membuat kita ‘malas’ dan ngantuk J

Pertajam kemampuan kerja terinterupsi dan multitasking.

Menurut penelitian, seseorang butuh 15-20 menit untuk recovery pada pekerjaannya jika terganggu, misalnya oleh dering telepon atau diajak bicara. Kerja di rumah, khususnya bagi yang telah berkeluarga, interupsi adalah hal yang pasti. Untuk mengatasinya, perlu dibuat semacam stack di kepala kita (analogi program assembly). Saat terjadi interupsi, isi memori aktif di-push dulu ke stack, setelah interupsi selesai, pop-kan lagi isi stack.  Jika beruntung, bisa recovery dengan cepat.

Istirahat (tetapi harus singkat) setiap 30 menit – 1 jam. Istirahat ini dapat diisi berjalan-jalan ringan dan mengistirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jauh atau memejamkan mata.

Musik

Buat sebagian orang yang sudah terbiasa, bekerja sambil ditemani musik adalah sesuatu yang dapat membuat kita ‘melupakan waktu’. Namun sebaiknya anda dapat memilih ‘teman’ yang tepat. Agak kurang tepat jika ‘teman’ yang anda pilih adalah saluran televisi yang menyiarkan ‘berita’, karena ini akan sering menginterupsi kerja anda dan mengalihkan perhatian kita ke televisi.

antara retorika dan kata-kata (Ridwansyah)

Desember 25, 2007 at 2:26 am | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Kisah ini bercerita tentang sebuah pengalaman panitia TRY OUT SPMB SPMB GAMAIS ITB 2006 dalam berdana usaha. Sebuah kisah fenomenal yang sampai saat ini masih berkesan dalam hati setiap panitia. Sebuah megaproyek puluhan juta rupiah dan dilakoni oleh sekelompok mahasiswa tingkat satu yang belum mengenal medan dakwah kampus secara utuh. Semangat dan rasa memiliki terhadap agenda inilah yang menjadi kekuatan kepada kami agar memberikan yang terbaik kepada agenda ini.
Seperti selayaknya sebuah kepanitiaan, panitia TRY OUT SPMB SPMB GAMAIS ITB 2006 ini pun juga memerlukan sebuah pendanaan. Agenda TRY OUT SPMB ini memang menjadi sebuah proyek angkatan muda GAMAIS ITB 2005 untuk dijadikan sebuah ladang latihan beramal bagi kami. Ide terciptanya agenda ini bermula dari pembicaraan sekelompok ikhwan pada suatu malam yang sedang berdiskusi tentang bagaimana sebuah angkatan dapat bersatu dengan baik dengan media sebuah kepanitiaan. Kepanitiaan TRY OUT SPMB dinilai bisa menjadi sebuah kepanitiaan besar yang bisa dijadikan tempat aktualisasi kami.
Pembicaraan akan kepanitiaan ini berkembang pesat dan menghasilkan sebuah agenda yang bukan sekedar TRY OUT SPMB biasa. TRY OUT SPMB ini dikemas sedemikian rupa dengan berbagai macam “bumbu” seperti training motivasi oleh Supertrainer Reza M Syarif, stand bazaar, serta doorprize yang menggiurkan. Konsep yang memang terkesan berlebihan ini memang dimaksudkan untuk memberikan sebuah gaya baru dalam TRY OUT SPMB SPMB. Hal ini tebukti pada beberapa TRY OUT SPMB SPMB yang diadakan oleh sebuah kampus beberapa bulan lalu, dimana gaya TRY OUT SPMB yang disuguhkan tidak jauh dengan tipikal TRY OUT SPMB yang pernah kami laksanakan ini.
Dengan bermodal sebuah proposal biasa ( kertas A4 yang dijilid spiral ) kami mendatangi kantor pusat sebuah provider kartu seluler GSM di Jakarta. Pertemuan pertama ini tidak menghasilkan banyak hal selain sebuah rekomendasi untuk membuat proposal yang lebih baik dalam segi tampilan maupun segi isi. Kami pulang dengan harapan akan ada pemanggilan kedua kepada kami.
Dua pekan berselang ada pemanggilan kepada kami ke kantor pusat perusahaan tersebut, pertemuan ini memberikan sebuah harapan baru kepada panitia, karena kami diperkenalkan kepada general manager perusahaan tersebut di Kota Bandung. Beberapa hari kemudian saya ditelepon oleh seorang senior marketing manager perusahaan seluler itu di Kota Bandung dan diminta untuk hadir dalam rangka audiensi dengan beliau. Perjuangan kami menuju rekor kerjasama sponsorship bermula disini. Pertemuan pertama dengan beliau berupa diskusi tentang konsep acara kami yang masih mentah dengan proposal seadanya. Diskusi kami berakhir dengan sebuah ide baru buat untuk panitia. Pertemuan demi pertemuan kami jalani dengan berbagai ide-ide baru.
Antara retorika dan kata-kata ? dimana letak maksud dari judul diatas ? pertemuan terakhir kami yang menjadi sebuah medan retorika teralot yang pernah kami jalani, khususnya kepada saya pribadi. Pada audiensi terkahir kami betul-betul menyiapkan yang penawaran terbaik dengan sebuah konsep “they win , and then we will also win” sebuah konsep sales yang memberikan kemenangan atau keuntungan kepada pihak yang akan di ajak kerjasama. Kami memberikan sebuah penawaran senilai Rp.60.000.000 dengan kontrapertasi antara lain ; penyandingan nama sponsor sebelum nama kegiatan, mengganti warna dasar kegiatan kami yang disesuaikan dengan warna sponsor dalam setiap media publikasi ( saat itu kami membuat contoh langsung desain publikasi yang sudah mencantumkan logo sponsor dan warna sesuai perusahaan tersebut ), layanan untuk mengecek hasil TRY OUT SPMB via sms dengan mengirim kode-kode tertentu ke nomor 4 digit yang disediakan oleh provider, penyediaan stand di tempat paling strategis,dan berbagai penawaran yang kami rangkum dalam 19 halaman slide power point dan “hanya” 5 slide permintaan kami terhadap perusahaan tersebut.
Kedatangan saya dengan 3 sahabat saya ke perusahaan tersebut disambut oleh 4 senior manager dari berbagai bidang dan seorang general manager. Audiensi saya jalani dengan baik dan tampak memberikan tanda-tanda positif kepada kami. Akan tetapi harapan itu sempat hilang ketika mereka mengatakan agak ragu mendanai acara kami. Padahal saat itu sudah H-30 acara berlangsung. Sentak saja saya mengajukan berbagai penawaran tambahan dengan memberikan space sponsor pada beberapa agenda GAMAIS ITB selain TRY OUT SPMB SPMB 2007,penawaran memperpanjang proses pengecekkan nilai via sms serta penurunan nominal uang menjadi Rp.50.000.000. Kami belum melihat lagi ada tanda-tanda positif hingga saat itu , dan pihak perusahaan provider tersebut menawarkan angka Rp.30.000.000, dan keluar kata-kata dari seorang manager “ udah, terima aja 30 juta daripada pulang tidak bawa apa-apa!, toh kalian juga tidak bisa menjamin bahwa kegiatan ini bisa berjalan dengan baik !”, sebuah kata-kata yang tidak pernah saya lupakan hingga saat ini. Menjadi sebuah hal fenomenal ketika saya punya keyakinan bahwa, kami tidak boleh membawa pulang 30 juta, kami harus pulang dengan 50 juta. Kami berdiskusi sejenak, dan saya yang berperan sebagai juru bicara utama memberikan penawaran dengan mengadakan TRY OUT SPMB ini di dua kota , yakni di Jakarta dan di Bandung, penawaran buffer show yang menjadi back up jika agenda ini gagal sehingga perusahaan tersebut bisa juga memasang logo perusahaan pada acara kami yang lainnya. Kami juga menawarkan kemudahan-kemudahan dalam segala hal untuk perusahaan tersebut. Pertemuan tersebut berakhir dengan janji dari general manager untuk memanggil kami lagi setelah rapaat direksi.
Selang beberapa hari kami ditelepon dengan sebuah kabar gembira, pihak perusahaan provider tersebut bersedia mendanai kegiatan kami senilai Rp.50.000.000 ditambah 2 buah handphone, 5 USB 1 GB, 3 MP3 player 1 GB, serta 50 bingkisan dari perusahaan tersebut. Kami juga harus memenuhi banyak keinginan mereka yang cukup banyak. Anyway, terlepas dari segala itu semua, hal tersebut merupakan sebuah hal fenomenal yang bisa dilakukan oleh sebuah agenda dakwah.
Beberapa tips yang bisa diambil sebagai hikmah dari cerita dapat dirangkum dalam dua poin pembahasan, yakni poin persiapan dan yang kedua adalah poin ketika bernegosiasi.
Persiapan
Dalam melakukan fund rising yang berhubungan dengan sponsorship tahap persiapan merupakan sebuah proses yang tidak bisa dilepaskan. Beberapa kasus yang pernaha saya tangani terkait sponsorship yang dilakukan oleh sebuah lembaga, biasanya faktor persiapan ini kurang disiapkan dengan baik.

Proposal Manusiawi
Sebuah proposal dalam sponsorship ibarat senjata dalam perperangan. Proposal yang baik adalah proposal yang bisa memahami kebutuhan manusia yang pada hakekatnya ingin praktis, menyukai hal atraktif dan lebih memilih sesuatu yang mudah dipahami. Proposal yang kami buat saat itu ada dua tipe pertama, sebuah proposal 6 halaman yang hanya berisikan hal-hal inti dan kami kemas dengan cara yang sangat mudah dipahami dan tampilan yang eye catching. Tipe kedua, proposal dalam bentuk CD dengan program macromedia flash, sehingga mudah digunakan dan dibaca di layar komputer.
Tips ! : dalam menilai apakah sebuah proposal sudah “manusiawi”. Baca proposal tersebut dengan mengandaikan anda seorang general manager yang sibuk dan banyak pikiran dan ada banyak tumpukan proposal di meja anda. Kira-kira proposal yang seperti apa yang anda pilih dan anda senangi ?
Menjadi pribadi fullcontent
Maksud dari poin ini, seorang danus-ers ibarat seorang sales dalam sebuah perusahaan, tugas seorang sales adalah mempromosikan serta menjual produk dari perusahaannya. Sehingga agar ketika proses promo berjalan dengan baik, seorang sales haruslah memahami dengan baik segala sesuat tentang produknya. Jika sebuah proposal di ibaratkan senjata dalam perperangan, maka kepahaman kita terhadap isi acara yang hendak di ajukan merupakan “skill” dari para tentara.
Pemahaman ini bertujuan agar anda tampak meyakinkan dan tanpa ada keraguan dalam setiap kata yang anda lontrakan dalam proses negosiasi.
Tips ! : selain memahami dengan baik isi dari acara, seorang danus-ers diharapkan juga memahami tentang organisasi yang menaungi acara tersebut. Pehamanan yang baik akan langsung terlihat dari keyakinan kita dalam berbicara dan dapat membuat anda lebih pecaya diri serta memilki harga diri dalam bernegosiasi.
Find the number and call them
Jangan coba-coba menitipkan proposal melalui security, karena pengalaman lapangan membuktikan memasukkan proposal melalui security tidak sampai ke orang yang tepat. Sebisa mungkin, sebelum mengajukan sebuah proposal, anda mengetahui contact person perusahaan tersebut ( kalau bisa sih, teman atau relasi yang sudah anda kenal ), sehingga proses pengajuan proposal lebih mudah. Selanjutnya buat appoitment dengan beliau, sehingga ketika datang ke perusahaan, anda datang di saat yang tepat dan bertemu dengan orang yang tepat.
Tips ! : cari relasi perusahaan bisa melalui saudara anda, orang tua /keluarga teman anda, alumni, atau dosen. Biasanya proposal akan lebih cepat di proses jika ada “orang dalam” yang bisa membantu.
Proses negosiasi
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keberlangsungan proses negosiasi.

Your pride lead to success
Penjagaan harga diri, dan kebanggaan terhadap acara yang kita ajukan menjadi sebuah modal yang utama dalam proses negosiasi. Ketika saya berani menolak 30 juta yang ditarwarkan dan berani mengambil resiko untuk mengajukan angka 50 juta dengan resiko kerjasama gagal. Menurut saya itu hasil kombinasi keyakinan dan kepahaman yang dibungkus dengan harga diri untuk memperjuangan sebuah agenda dakwah.
Selanjutnya memposisikan diri anda setara dengan “pemilik uang”, kadangkala ketika bernegosiasi seseorang merasa lebih rendah, atau merendahkan diri di depan pihak perusahaan. Busungkan dada anda dan katakan, “saya tidak butuh uang dari mereka, tapi saya hanya memberi kesempatan kepada perusahaan tersebut untuk berpromosi”. Pembentukan sugesti semacam ini memberikan kekuatan kepada anda dan keyakinan serta membuat anda bisa mempertahankan orisinilitas sebuah acara ( kadang perusahaan suka mengobrak-abrik konsep yang sudah kita susun ).

The power of words
Mulutmu harimau mu !! jargon sebuah perusahaan provider GSM. Dalam proses negosiasi, komunikasi yang tepat sangat berpengaruh, pemilihan kata-kata, intonasi nada, dan timing yang tepat untuk mengemukakan kata-kata pun juga menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal penting dalam hal komunikasi antara lain ; eye contact yang berkesinambungan, jangan pernah menunduk, pandangan mata adalah media komunikasi yang bisa memberikan efek psikologis terhadap lawan bicara. Selanjutnya, bicara dengan efektif, efesien, tepat serta jelas. Jangan melakukan pembicaraan yang bertele-tele dan simpang siur, jawab serta keluarkan statement yang jelas dan tegas, gaya bicara seperti ini dapat membuat negosiasi menjadi terarah dan tidak melebar, dan terakhir adalah komunikasi empatif, tunjukkan rasa humble anda kepada lawan bicara, luluhkan hati mereka dengan kelembutan hati anda.
Pribadi danus-ers diharapkan merupakan sosok pribadi yang kuat dan ramah, penuh senyum tapi menunjukkan sebuah tekad yang kuat untuk melakukan sesuatu. Jiwa seorang danus-ers haruslah mampus berpikir preventif dan reaktif yang tersinergi dengan baik. Seorang danus-ers haruslah mampu melihat celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan uang. Bagaimana membentuk jiwa seperti ini ? sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab ketika anda sudah mencobanya. ^_^

Profil Da’i Abad 21 (Fauzan)

Desember 25, 2007 at 2:12 am | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Tulisan ini secara khusus dipersembahkan kepada mereka yang telah mengazamkan hidupnya untuk dakwah.

Arus dakwah seakan semakin tak terbendung. Ia mengalir laksana aliran air yang memenuhi setiap “lorong” kehidupan, tak terkecuali “lorong” yang bernama Politik. Mengaliri lorong yang yang satu ini, seakan banyak memberi pengharapan terhadap apa yang namanya “perubahan”.

Setelah cukup lama “berjuang” dalam Mihwar-Tandzimi, terutama di era awal perkembangan dakwah, dakwah kini telah merambah ke Mihwar-Muassasi bahkan Mihwar Dauli. Salah satu ciri khas Mihwar ini, adalah mulai bersentuhannya dakwah dengan ruang dan urusan publik yang multidimensional. Ketika dakwah-Politik disamping diterjamahkan sebagai sebagai usaha demi tegaknya hukum Allah, ia juga bermakna”seni” melayani ummat (dibaca publik), maka ada banyak “kebutuhan-keinginan” publik yang harus diakomodasi.

Keharusan melakukan “ekspansi” dakwah, telah mengantarkan para kadernya kepada sebuah “era buka-bukaan” di ruang publik. Mihwar ini juga menuntut para kadernya tidak hanya piawai dalam menyampaikan materi-materi halaqah, tapi ia juga seorang “politisi” yang tangguh dan berahlaq. Ada banyak “kebutuhan” publik yang harus dipenuhi. Sehingga setiap kader tidak hanya berkualitas dari sisi “normatif-teoritis”, tapi ia juga berkualitas dari sisi “praktis-aplikatif”. Mihwar Muassasi-Dauli membutuhkan jundi-jundi dengan karakteristik (profil) yang tidak sama jika dibandingkan dengan saat dakwah ini berada pada Mihwar Tandzimi.

Secara mendasar, karakteritik itu bisa didapat dalam 10 Muwashafat, yakni: Salimul aqidah (Akidah yang bersih), Shahihul ibadah (Ibadah yang benar), Matinul khuluq (akhlak yang kokoh), Qowiyyul jismi (jasmani yang kuat) Mutsaqqoful fikri (berwawasan pemikirannya), Mujahadatul linafsihi (Kuat kesungguhan jiwanya), Harishun ala waqtihi (cermat mengatur waktu), Munzhzhamun fi syuunihi (Teratur dalam suatu urusan), Qodirun alal kasbi (mandiri perekonomiannya) dan Nafi’un lighoirihi (bermanfaat bagi yang lain).

Kesepulah aspek dasar “kualitas” kader dakwah tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya pembinaan yang rutin dan istiqomah di berbagai sarana tarbiyah yang telah digariskan oleh “manhaj tarbiyah”. Beberapa diantarnya adalah Halaqah Tarbawi sebagai “agenda terdepan” guna pembentukan akidah, fiqrah, ibadah, ahlaq dan kemahiran dalam ber-amal jama’i. Selain itu ada Mabit, Daurah, Rihlah, Mukhayyam, dll, yang semuanya harus menjadi agenda tersendiri bagi setiap kader.

Untuk bisa survive di era ini, beberapa ‘Amal (kerja) sebagai “terjemahan” dari 10 muwashafat harus menjadi bagian “kerja” yang tak boleh ditinggalkan oleh setiap kader dakwah, beberapa diantarnya adalah ‘Amal Da’awi (kerja dakwah) yang menjadi agenda utama, ‘Amal ‘Ilmi (kerja akademik), ‘Amal Mihani (kerja profesi), ‘Amal Iqtishadi (kerja ekonomi), ‘Amal Siyasi (kerja politik), ‘Amal I’lami (kerja media dan informasi), ‘Amal Ijtima’i (kerja kemasyarakatan). Inilah jalan untuk mengantarkan kader dakwah menjadi da’i yang normatif-teoritis, sekaligus praktis-aplikatif.

Beberapa tahun ke depan, dakwah ini akan banyak berhadapan dengan beragam peluang, juga tantangan. Peluang itu adalah semakin terbukanya “kran” dakwah sehingga ia mampu mengalir ke bermacam bidang kehidupan, lembaga pemerintahan, swasta dan ruang publik lainnya. Ekspansi dakwah ini semakin menuntuk tersedianya kader-kader dakwah yang tangguh dan mandiri. Kemampuan kader-kader dakwah melakukan ekspansi dakwah, penyebaran fiqrah, dan memperluas pengaruh pada “ruang publik” akan menentukan keberhasilan dakwah. Profesionalisme kader dakwah, itulah salah satu jawaban guna memenuhi kebutuhan di era Muassasi-Dauli.

Tidak terlalu berlebihan kiranya, jika para Qiyadah dakwah merumuskan karakteristik yang harus melekat pada setiap kader dakwah yang profesional, diantaranya adalah: (1) Kokoh dan Mandiri, (2) Dinamis, Kreatif dan Inovatif, (3) Spesialis yang berwawasan Global, (4) Produktif, (5) Mahir berAmal Jama’i, (6) Pelopor Perubahan, dan (7) Kepemimpinan Masyarakat. Tiga karakter pertama merefleksikan kapasitas Internal. Selanjutnya diperkuat dengan dua karakter berikutnya yang merefleksikan Kapasitas Sosialnya, dan akhirnya, dua kapasitas tersebut disempurnakan dengan dua karakter berikutnya yaitu sebagai pelopor perubahan (agent of change) yang mempunyai jiwa kepemimpinan.

Akhirnya sebagai penutup, setiap kader harus “sholeh” secara pribadi dan “sholeh” secara sosial. Selanjutnya kedua kesholehan tersebut diintegrasi dan disinergikan untuk tampil sebagai “aktor politik” guna membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

sendiri

Desember 24, 2007 at 1:54 pm | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Dalam menyendiri, tidak ada yang lebih baik selain berpikir untuk menyiapkan masa berlari dan merapihkan keadaan diri

Seandainya rodaku dibawah, dunia ku malam (Zahra)

Oktober 30, 2007 at 6:57 pm | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Hari ini aku sengaja gak bawa motor ke kantor. Biarin nebeng aja ama bos, biar hemat bensin dan enak tinggal duduk ajah (hehehe….). Perlahan motor pun melaju, angin sepoi-sepoi mengayun-ayunkan jilbabku….subahanalloh indahnya pagimu Ya Alloh.. J

Kami mulai melewati jembatan yang tinggi yang dibawahnya ada sungai. Sekilas mataku tertuju dengan seorang bapak yang sedang susah payah mendorong gerobak yang penuh berisi pisang di jembatan itu. Mataku tak mau beralih dari menatap pemandangan itu. Serasa aku ikutan capek lihat nafasnya yang tersengal-sengal karena menahan beratnya beban di gerobaknya.

Aku mulai membandingkan dengan diriku, yang sedikit lebih beruntung dibanding dia. Kerja gak perlu panas-panasan. Gak perlu keluar tenaga banyak, duduk di kursi yang nyaman. Dan walau sedikit aku punya anggaran yang bisa diaharapkan tiap bulannya. Sementara bapak itu…keuntungan dari jualan pisangnya gak seberapa (menurutku), belum lagi harus berhadapan dengan pembeli yang soal tawar-menawar gila benerrr….menzholimi penjualnya. Aku belum punya tanggungan yang harus di biayai, bapak itu mungkin anaknya 3 , empat atau mungkin 6 orang. Masya4jj1…gimana dia mengatur keuangan rumahtangganya…

Lama aku menatap wajahnya yang walau terlihat lelah tapi ada semburat ketabahan dan keikhlasan menjalani hidupnya itu. Prends..mungkin kita akan berfikir itu emang sudah taqdir hidupnya, nggak perlu capek-capek mikirin gituan deh…Ya mungkin kita bisa mengatakan gitu. Tapi , ingatlah sobat gak selamanya roda itu diatas, gak selamanya dunia itu malam. Ada kalanya malam beranjak digantikan sang surya, ada kalanya roda yang tadinya di atas menjadi di bawah. Saat ini kita yang di atas, belum tentu besok. Mungkin karena keserakahan kita, keegoan kita, ketidak perdulian kita Dia mengambil sumber rezeki yang selama ini kita bangga-banggakan. Mendadak perusahaan bangkrut, atau usaha kita yang ditipu orang, atau toko kita terbakar, na’uudzubillah..
Seandainya rodaku di bawah, duniaku menjadi malam. Semua kemudahan menjadi sulit, semua kenikmatan menjadi kesengsaraan. Sobat…Kalau 4jj1 mau untuk mengambil semua yang sedang dititipkannya pada kita , hanya sebentar saja sobat. Bukankah seluruh harta yang kita miliki, bahkan tubuh ini, wajah yang cantik , tampan atau otot yang kekar semua itu adalah titipannya ?

Jangan sampai Dia menegur kita, baru jiwa kita yang serakah tersadar. Walau belum terlambat untuk bertaubat tapi sungguh waktu yang tersisa belum tentu bisa menebus semua kezholiman kita.

Sobat, mari kita jadikan bulan suci ini adalah bulan untuk mengasah kelembutan hati, Bulan untuk berbagi. Rp.1,- yang kamu keluarkan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan dari yang engkau berikan. Bank mana yang mau memberikan bungan 1000%. Memang sangat indah jika melakukan jual beli dengan Dzat Yang Maha Kaya . Subhaanalloh.. J

Aneh… memang aneh (zahra)

Oktober 30, 2007 at 6:56 pm | In Penataan dan Pemetaan | Leave a Comment

Hari ini aku mulai keluar rumah, kebetulan hari ini ada seminar dan aku salah satu yang memiliki tanggung jawab untuk susksesnya seminar itu. Waktuku gak banyak lagi agar tiba tepat waktu di tempat, mau gak mau aku harus menaikkan speedometer sepeda motorku sampai 50km/jam. Ups..ternyata aku kejebak harus menunggu lewatnya kereta api. Ternyata jalan kereta api agak lambat jadi semua kendaraan harus menunggu lebih lama. Tiba-tiba ada sepeda motor yang melewati saja palang penghalang itu. Satu, dua, tiga dan seterusnya….eh..eh..aku berfikir, apa mereka-mereka ini gak tau rambu-rambu lalu lintas apa? Atau mereka gak berfikir perbuatannya tidak hanya mencelakakan dirinya sendiri tapi juga orang lain.
Dan ak
u mencoba mencari jawaban terbaik dari itu semua, dan kutemukan mungkin orang-orang yang menerobos palang kereta api itu adalah orang yang sangat menghargai waktu. Sehingga tidak ada namanya waktu yang boleh kosong walaupun sekedar menunggu beberapa menit sampai lewat kereta api.Great…
Walau jawaban ini terdengar aneh..mungkin ini jawaban terbaik untukku, jadi kepalaku gak perlu pusing-pusing mikirin kegilaan mereka menerobos palang rel saat kereta api tinggal beberapa meter saja dari palang itu.
Setelah kereta api lewat perlahan aku menaikkan speedometer motor ku. Terus aku berjalan, sambil sibuk dengan fikiranku tadi, sibuk dengan kegilaan sebagian orang dari bangsa ini, keanehan mental bangsa ku. Di depanku sudah lampu merah. Nah disini aku kembali melihat keanehan itu. Manusia-manusia aneh tadi kembali ku temukan. Dengan enaknya mereka menerobos lampu merah, padahal mungkin dalam detik yang sama kendaraan lain dalam arah yang berlawanan akan lewat juga. Sobat, mungkin ini hal yang bisa kita lihat. Atau mungkin pernah atau bahkan sering kita lakukan. MasyaAlloh…
Ya tanpa kita sadar, sudah sekian banyak pengendara lain yang kita rampas hak mereka untuk lewat. Tanpa sadar juga, kita telah memberikan peluang sekian manusia untuk berada dalam ancaman kecelakaan karena perbuatan kita, peluang untuk berakhir hidup mereka melalui kita. Yah orang-orang yang menerobos itu seolah-olah telah menjelma menjadi orang yang paling menghargai waktu di dunia ini. Jadi ia tidak bisa menyisihkan waktu barang sebentar untuk menunggu giliran lampu hijau.
Tapi sayang beribu sayang. Dibalik asumsi ku tadi, asumsi bahwa aku sedang melihat manusia yang peling menghargai waktu di dunia ini, sehingga dengan mudahnya merampas hak orang lain, mengancam keselamatan jiwa orang lain, aku melihat realitas ratusan atau ribuan anak muda, orang tua, yang ku lewati setiap harinya di pinggir jalan yang kerjanya hanya nongkrong-nongkrong tanpa ada sesuatu yang produktif yang mampu mereka hasilkan. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku dua hal yang sangat kontradiksi itu. Dua sisi yang saling bertolak belakang…
Ternyata sebagian dari bangsa ini hanya mampu menuntut HAK tanpa perduli dengan KEWAJIBAN. Aku hanya berharap, aku, dirimu dan kita semua tidak menambah daftar panjang orang aneh yang ada dalam kisahku tadi. Karena setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawabannya.

Barang siapa yang mengerjakan kebajikn seberat biji dzarroh akan ada balasannya. Dan barang sapa yang menegrjakan kejahatan seberat dzarroh akan ada balasannya. (QS. Al Zalzalah (9) : 7-8)

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.