Mengenal Cara Belajar Individu (Zainun)

Desember 25, 2007 pukul 2:39 am | Ditulis dalam IQ | Tinggalkan komentar

Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.   

 Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi “pintar”. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.   

 Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung-kunjung pintar? Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki oleh sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi. 

 Otak Sebagai Pusat Belajar

 Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik  dan yang ketiga adalah neokorteks.

Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.

Disekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.

 Karakteristik Cara Belajar

 Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar  yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi “pintar” sehingga kursus-kursus atau pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.

Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter & Hernacki (2001), adalah sebagai berikut: 

1. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual     

Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:  

  • rapi dan teratur
  • berbicara dengan cepat
  • mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik
  • teliti dan rinci 
  • mementingkan penampilan
  • lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar 
  • mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual
  • memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik
  • biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar
  • sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)
  • merupakan pembaca yang cepat dan tekun
  • lebih suka membaca daripada dibacakan
  • dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan.
  • jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara
  • lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
  • sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak’
  • lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah
  • lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik
  • seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata

2. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial   

Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:  

  • sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja
  • mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik
  • lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca
  • jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras
  • dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara
  • mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita
  • berbicara dalam irama yang terpola dengan baik
  • berbicara dengan sangat fasih
  • lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya
  • belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat
  • senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar
  • mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi
  • lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya
  • lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik 

3. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik   

Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:  

  • berbicara dengan perlahan
  • menanggapi perhatian fisik
  • menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka
  • berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain 
  • banyak gerak fisik
  • memiliki perkembangan otot yang baik
  • belajar melalui praktek langsung atau manipulasi
  • menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung
  • menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca
  • banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)
  • tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama
  • sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut
  • menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
  • pada umumnya tulisannya jelek
  • menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)
  • ingin melakukan segala sesuatu

Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka orangtua atau individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaat berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll. Selamat mencoba.  Semoga bermanfaat.

 

Pengaturan Jadwal Belajar (Studygs)

Desember 25, 2007 pukul 2:37 am | Ditulis dalam Demi Masa.. | Tinggalkan komentar

– tip ini ditujukan bagi siswa/mahasiswa dalam mengatur jadwal belajar secara efektif –

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:

  • Perhatikan waktumu.

  • Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.

  • Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.

  • Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Membuat daftar “Kerjaan”.  Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Membuat jadwal harian/mingguan.  Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis.  Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Merencanakan jadwal yang lebih panjang.  Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu.  Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

Rencana Jadwal Belajar Efektif:

  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.  Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Rencanakan juga “deadline”.
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  • Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Cara Belajar Efektif (Studygs)

Desember 25, 2007 pukul 2:35 am | Ditulis dalam IQ | 1 Komentar

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui

  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan

Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.

Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.

Mulai dengan masa lalu Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah andaWhat was your experience about how you learn? Did you

  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara menringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?

Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?

Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?

Teruskanke masa sekarang Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?

Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?

Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?

Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?

Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?

Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?

Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?

Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?

Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan “diri sendiri”?Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?

Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

Bekerja di Rumah (Stanislav)

Desember 25, 2007 pukul 2:27 am | Ditulis dalam Penataan dan Pemetaan | Tinggalkan komentar

Kadang – kadang ada hal – hal yang ‘memaksa’ kita untuk bekerja di rumah. Baik karena liburang panjang, tugas yang ternyata tidak terselesaikan di kantor, ataupun juga karena memang kita tidak mempunyai kantor dan harus bekerja di rumah.

Yang menjadi masalah, bekerja di rumah ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Image yang tertanam di sebagian besar manusia bahwa rumah itu adalah tempat untuk beristirahat, membuat kerja kita tidaklah efektif. Banyak gangguan yang sering terjadi. Padahal trend yang terjadi sekarang, semakin banyak orang yang ‘harus’ bekerja di rumah.

Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda lakukan, sehingga bekerja di rumah dapat seefektif bekerja di kantor (Saya sarikan dari berbagai informasi yang saya dapatkan di internet) :

Tempat kerja.

Sebaiknya yang nyaman, cukup cahaya dan udara. Tempat kerja yang rapi semakin menunjang efektifitas bekerja. Namun hal ini tidaklah mutlak, karena ada beberap orang yang mempunyai tempat kerja yang super berantakan, namun mereka tetap dapat bekerja dengan baik.

Kursi.

Ini adalah hal kecil yang sering ‘diabaikan’ namun ternyata sangat (kalau tidak bisa dibilang cukup) penting. Kursi yang tidak tepat, akan membuat kita menjadi lebih cepat capek, sehingga waktu kerja kita menjadi semakin singkat dan kerjaan kita tidak bisa terselesaikan. Satu hal yang cukup penting juga, kursi ini juga jangan terlalu nyaman, karena jangan2 malah membuat kita ‘malas’ dan ngantuk J

Pertajam kemampuan kerja terinterupsi dan multitasking.

Menurut penelitian, seseorang butuh 15-20 menit untuk recovery pada pekerjaannya jika terganggu, misalnya oleh dering telepon atau diajak bicara. Kerja di rumah, khususnya bagi yang telah berkeluarga, interupsi adalah hal yang pasti. Untuk mengatasinya, perlu dibuat semacam stack di kepala kita (analogi program assembly). Saat terjadi interupsi, isi memori aktif di-push dulu ke stack, setelah interupsi selesai, pop-kan lagi isi stack.  Jika beruntung, bisa recovery dengan cepat.

Istirahat (tetapi harus singkat) setiap 30 menit – 1 jam. Istirahat ini dapat diisi berjalan-jalan ringan dan mengistirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jauh atau memejamkan mata.

Musik

Buat sebagian orang yang sudah terbiasa, bekerja sambil ditemani musik adalah sesuatu yang dapat membuat kita ‘melupakan waktu’. Namun sebaiknya anda dapat memilih ‘teman’ yang tepat. Agak kurang tepat jika ‘teman’ yang anda pilih adalah saluran televisi yang menyiarkan ‘berita’, karena ini akan sering menginterupsi kerja anda dan mengalihkan perhatian kita ke televisi.

antara retorika dan kata-kata (Ridwansyah)

Desember 25, 2007 pukul 2:26 am | Ditulis dalam Penataan dan Pemetaan | Tinggalkan komentar

Kisah ini bercerita tentang sebuah pengalaman panitia TRY OUT SPMB SPMB GAMAIS ITB 2006 dalam berdana usaha. Sebuah kisah fenomenal yang sampai saat ini masih berkesan dalam hati setiap panitia. Sebuah megaproyek puluhan juta rupiah dan dilakoni oleh sekelompok mahasiswa tingkat satu yang belum mengenal medan dakwah kampus secara utuh. Semangat dan rasa memiliki terhadap agenda inilah yang menjadi kekuatan kepada kami agar memberikan yang terbaik kepada agenda ini.
Seperti selayaknya sebuah kepanitiaan, panitia TRY OUT SPMB SPMB GAMAIS ITB 2006 ini pun juga memerlukan sebuah pendanaan. Agenda TRY OUT SPMB ini memang menjadi sebuah proyek angkatan muda GAMAIS ITB 2005 untuk dijadikan sebuah ladang latihan beramal bagi kami. Ide terciptanya agenda ini bermula dari pembicaraan sekelompok ikhwan pada suatu malam yang sedang berdiskusi tentang bagaimana sebuah angkatan dapat bersatu dengan baik dengan media sebuah kepanitiaan. Kepanitiaan TRY OUT SPMB dinilai bisa menjadi sebuah kepanitiaan besar yang bisa dijadikan tempat aktualisasi kami.
Pembicaraan akan kepanitiaan ini berkembang pesat dan menghasilkan sebuah agenda yang bukan sekedar TRY OUT SPMB biasa. TRY OUT SPMB ini dikemas sedemikian rupa dengan berbagai macam “bumbu” seperti training motivasi oleh Supertrainer Reza M Syarif, stand bazaar, serta doorprize yang menggiurkan. Konsep yang memang terkesan berlebihan ini memang dimaksudkan untuk memberikan sebuah gaya baru dalam TRY OUT SPMB SPMB. Hal ini tebukti pada beberapa TRY OUT SPMB SPMB yang diadakan oleh sebuah kampus beberapa bulan lalu, dimana gaya TRY OUT SPMB yang disuguhkan tidak jauh dengan tipikal TRY OUT SPMB yang pernah kami laksanakan ini.
Dengan bermodal sebuah proposal biasa ( kertas A4 yang dijilid spiral ) kami mendatangi kantor pusat sebuah provider kartu seluler GSM di Jakarta. Pertemuan pertama ini tidak menghasilkan banyak hal selain sebuah rekomendasi untuk membuat proposal yang lebih baik dalam segi tampilan maupun segi isi. Kami pulang dengan harapan akan ada pemanggilan kedua kepada kami.
Dua pekan berselang ada pemanggilan kepada kami ke kantor pusat perusahaan tersebut, pertemuan ini memberikan sebuah harapan baru kepada panitia, karena kami diperkenalkan kepada general manager perusahaan tersebut di Kota Bandung. Beberapa hari kemudian saya ditelepon oleh seorang senior marketing manager perusahaan seluler itu di Kota Bandung dan diminta untuk hadir dalam rangka audiensi dengan beliau. Perjuangan kami menuju rekor kerjasama sponsorship bermula disini. Pertemuan pertama dengan beliau berupa diskusi tentang konsep acara kami yang masih mentah dengan proposal seadanya. Diskusi kami berakhir dengan sebuah ide baru buat untuk panitia. Pertemuan demi pertemuan kami jalani dengan berbagai ide-ide baru.
Antara retorika dan kata-kata ? dimana letak maksud dari judul diatas ? pertemuan terakhir kami yang menjadi sebuah medan retorika teralot yang pernah kami jalani, khususnya kepada saya pribadi. Pada audiensi terkahir kami betul-betul menyiapkan yang penawaran terbaik dengan sebuah konsep “they win , and then we will also win” sebuah konsep sales yang memberikan kemenangan atau keuntungan kepada pihak yang akan di ajak kerjasama. Kami memberikan sebuah penawaran senilai Rp.60.000.000 dengan kontrapertasi antara lain ; penyandingan nama sponsor sebelum nama kegiatan, mengganti warna dasar kegiatan kami yang disesuaikan dengan warna sponsor dalam setiap media publikasi ( saat itu kami membuat contoh langsung desain publikasi yang sudah mencantumkan logo sponsor dan warna sesuai perusahaan tersebut ), layanan untuk mengecek hasil TRY OUT SPMB via sms dengan mengirim kode-kode tertentu ke nomor 4 digit yang disediakan oleh provider, penyediaan stand di tempat paling strategis,dan berbagai penawaran yang kami rangkum dalam 19 halaman slide power point dan “hanya” 5 slide permintaan kami terhadap perusahaan tersebut.
Kedatangan saya dengan 3 sahabat saya ke perusahaan tersebut disambut oleh 4 senior manager dari berbagai bidang dan seorang general manager. Audiensi saya jalani dengan baik dan tampak memberikan tanda-tanda positif kepada kami. Akan tetapi harapan itu sempat hilang ketika mereka mengatakan agak ragu mendanai acara kami. Padahal saat itu sudah H-30 acara berlangsung. Sentak saja saya mengajukan berbagai penawaran tambahan dengan memberikan space sponsor pada beberapa agenda GAMAIS ITB selain TRY OUT SPMB SPMB 2007,penawaran memperpanjang proses pengecekkan nilai via sms serta penurunan nominal uang menjadi Rp.50.000.000. Kami belum melihat lagi ada tanda-tanda positif hingga saat itu , dan pihak perusahaan provider tersebut menawarkan angka Rp.30.000.000, dan keluar kata-kata dari seorang manager “ udah, terima aja 30 juta daripada pulang tidak bawa apa-apa!, toh kalian juga tidak bisa menjamin bahwa kegiatan ini bisa berjalan dengan baik !”, sebuah kata-kata yang tidak pernah saya lupakan hingga saat ini. Menjadi sebuah hal fenomenal ketika saya punya keyakinan bahwa, kami tidak boleh membawa pulang 30 juta, kami harus pulang dengan 50 juta. Kami berdiskusi sejenak, dan saya yang berperan sebagai juru bicara utama memberikan penawaran dengan mengadakan TRY OUT SPMB ini di dua kota , yakni di Jakarta dan di Bandung, penawaran buffer show yang menjadi back up jika agenda ini gagal sehingga perusahaan tersebut bisa juga memasang logo perusahaan pada acara kami yang lainnya. Kami juga menawarkan kemudahan-kemudahan dalam segala hal untuk perusahaan tersebut. Pertemuan tersebut berakhir dengan janji dari general manager untuk memanggil kami lagi setelah rapaat direksi.
Selang beberapa hari kami ditelepon dengan sebuah kabar gembira, pihak perusahaan provider tersebut bersedia mendanai kegiatan kami senilai Rp.50.000.000 ditambah 2 buah handphone, 5 USB 1 GB, 3 MP3 player 1 GB, serta 50 bingkisan dari perusahaan tersebut. Kami juga harus memenuhi banyak keinginan mereka yang cukup banyak. Anyway, terlepas dari segala itu semua, hal tersebut merupakan sebuah hal fenomenal yang bisa dilakukan oleh sebuah agenda dakwah.
Beberapa tips yang bisa diambil sebagai hikmah dari cerita dapat dirangkum dalam dua poin pembahasan, yakni poin persiapan dan yang kedua adalah poin ketika bernegosiasi.
Persiapan
Dalam melakukan fund rising yang berhubungan dengan sponsorship tahap persiapan merupakan sebuah proses yang tidak bisa dilepaskan. Beberapa kasus yang pernaha saya tangani terkait sponsorship yang dilakukan oleh sebuah lembaga, biasanya faktor persiapan ini kurang disiapkan dengan baik.

Proposal Manusiawi
Sebuah proposal dalam sponsorship ibarat senjata dalam perperangan. Proposal yang baik adalah proposal yang bisa memahami kebutuhan manusia yang pada hakekatnya ingin praktis, menyukai hal atraktif dan lebih memilih sesuatu yang mudah dipahami. Proposal yang kami buat saat itu ada dua tipe pertama, sebuah proposal 6 halaman yang hanya berisikan hal-hal inti dan kami kemas dengan cara yang sangat mudah dipahami dan tampilan yang eye catching. Tipe kedua, proposal dalam bentuk CD dengan program macromedia flash, sehingga mudah digunakan dan dibaca di layar komputer.
Tips ! : dalam menilai apakah sebuah proposal sudah “manusiawi”. Baca proposal tersebut dengan mengandaikan anda seorang general manager yang sibuk dan banyak pikiran dan ada banyak tumpukan proposal di meja anda. Kira-kira proposal yang seperti apa yang anda pilih dan anda senangi ?
Menjadi pribadi fullcontent
Maksud dari poin ini, seorang danus-ers ibarat seorang sales dalam sebuah perusahaan, tugas seorang sales adalah mempromosikan serta menjual produk dari perusahaannya. Sehingga agar ketika proses promo berjalan dengan baik, seorang sales haruslah memahami dengan baik segala sesuat tentang produknya. Jika sebuah proposal di ibaratkan senjata dalam perperangan, maka kepahaman kita terhadap isi acara yang hendak di ajukan merupakan “skill” dari para tentara.
Pemahaman ini bertujuan agar anda tampak meyakinkan dan tanpa ada keraguan dalam setiap kata yang anda lontrakan dalam proses negosiasi.
Tips ! : selain memahami dengan baik isi dari acara, seorang danus-ers diharapkan juga memahami tentang organisasi yang menaungi acara tersebut. Pehamanan yang baik akan langsung terlihat dari keyakinan kita dalam berbicara dan dapat membuat anda lebih pecaya diri serta memilki harga diri dalam bernegosiasi.
Find the number and call them
Jangan coba-coba menitipkan proposal melalui security, karena pengalaman lapangan membuktikan memasukkan proposal melalui security tidak sampai ke orang yang tepat. Sebisa mungkin, sebelum mengajukan sebuah proposal, anda mengetahui contact person perusahaan tersebut ( kalau bisa sih, teman atau relasi yang sudah anda kenal ), sehingga proses pengajuan proposal lebih mudah. Selanjutnya buat appoitment dengan beliau, sehingga ketika datang ke perusahaan, anda datang di saat yang tepat dan bertemu dengan orang yang tepat.
Tips ! : cari relasi perusahaan bisa melalui saudara anda, orang tua /keluarga teman anda, alumni, atau dosen. Biasanya proposal akan lebih cepat di proses jika ada “orang dalam” yang bisa membantu.
Proses negosiasi
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keberlangsungan proses negosiasi.

Your pride lead to success
Penjagaan harga diri, dan kebanggaan terhadap acara yang kita ajukan menjadi sebuah modal yang utama dalam proses negosiasi. Ketika saya berani menolak 30 juta yang ditarwarkan dan berani mengambil resiko untuk mengajukan angka 50 juta dengan resiko kerjasama gagal. Menurut saya itu hasil kombinasi keyakinan dan kepahaman yang dibungkus dengan harga diri untuk memperjuangan sebuah agenda dakwah.
Selanjutnya memposisikan diri anda setara dengan “pemilik uang”, kadangkala ketika bernegosiasi seseorang merasa lebih rendah, atau merendahkan diri di depan pihak perusahaan. Busungkan dada anda dan katakan, “saya tidak butuh uang dari mereka, tapi saya hanya memberi kesempatan kepada perusahaan tersebut untuk berpromosi”. Pembentukan sugesti semacam ini memberikan kekuatan kepada anda dan keyakinan serta membuat anda bisa mempertahankan orisinilitas sebuah acara ( kadang perusahaan suka mengobrak-abrik konsep yang sudah kita susun ).

The power of words
Mulutmu harimau mu !! jargon sebuah perusahaan provider GSM. Dalam proses negosiasi, komunikasi yang tepat sangat berpengaruh, pemilihan kata-kata, intonasi nada, dan timing yang tepat untuk mengemukakan kata-kata pun juga menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal penting dalam hal komunikasi antara lain ; eye contact yang berkesinambungan, jangan pernah menunduk, pandangan mata adalah media komunikasi yang bisa memberikan efek psikologis terhadap lawan bicara. Selanjutnya, bicara dengan efektif, efesien, tepat serta jelas. Jangan melakukan pembicaraan yang bertele-tele dan simpang siur, jawab serta keluarkan statement yang jelas dan tegas, gaya bicara seperti ini dapat membuat negosiasi menjadi terarah dan tidak melebar, dan terakhir adalah komunikasi empatif, tunjukkan rasa humble anda kepada lawan bicara, luluhkan hati mereka dengan kelembutan hati anda.
Pribadi danus-ers diharapkan merupakan sosok pribadi yang kuat dan ramah, penuh senyum tapi menunjukkan sebuah tekad yang kuat untuk melakukan sesuatu. Jiwa seorang danus-ers haruslah mampus berpikir preventif dan reaktif yang tersinergi dengan baik. Seorang danus-ers haruslah mampu melihat celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan uang. Bagaimana membentuk jiwa seperti ini ? sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab ketika anda sudah mencobanya. ^_^

Menghilangkan Rasa Kantuk Saat Bekerja atau Belajar (Stanislav)

Desember 25, 2007 pukul 2:23 am | Ditulis dalam Sehat dan Kuat | Tinggalkan komentar

erserang kantuk saat bekerja atau belajar (membaca) merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Sepengetahuan saya, belum ada tip yang cespleng untuk mengatasi problem rasa kantuk itu. Kalau pun ada, tip-tip juga masih subjektif sifatnya. Artinya, hanya pengalaman individual yang belum tentu cocok untuk orang lain.


Yang dimaksud kantuk disini adalah rasa kantuk yang bukan karena tiga sebab utama yaitu: karena sakit, terlalu lelah dan kurang tidur. Siapa pun yang sakit, atau terlalu lelah memang dianjurkan untuk banyak istirahat atau tidur. Kantuk karena sakit adalah kantuk yang boleh jadi karena pengaruh obat yang diminum atau kondisi tubuh yang tidak fit.

Terkantuk-kantuk karena kurang tidur, itu wajar. Bekerja atau belajar dalam kondisi kurang tidur akan membawa rasa kantuk yang luar biasa. Kantuk karena kurang tidur itu wajar, tetapi kantuk karena cukup tidur, atau bahkan kelebihan tidur itu tidak wajar.

Sebab, tubuh kita hanya menuntut istirahat tidur minimal enam jam dalam dua puluh empat jam (sehari). Artinya tubuh kita sehat dengan tidur enam jam sehari. Maka apa bila kita tidur masih melebihi itu sebenarnya sebuah tindakan yang kurang ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Jika ada seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi masih kantuk dan langsung tidur itu adalah godaan setan yang terkutuk.

Tips yang “langsung” dapat dilakukan adalah :

Tariklah napas dalam dan pelan melalui hidung, kemudian lepaskan napas pelan melalui mulut. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …

Menarik napas dalam dan pelan lewat mulut, kemudian lepaskan napas pelan lewat hidung. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …

Menarik napas lewat hidung secara dalam dan pelan, kemudian lepaskan napas lewat hidung pelan. Lakukan pernapasan ini 3 kali.

Ketiga tips diatas adalah tips ‘langsung’ yang kita lakukan ketika tiba – tiba kita diserang kantuk. Namun umumnya ‘penyakit’ ngantuk dan malas ini umumnya sudah menjadi penyakit kambuhan, yang selalu ‘menyerang’ dalam kegiatan kita sehari – hari. Di bawah ini dituliskan tips – tips yang perlu anda ‘lakukan’ agar ‘penyakit’ kambuhan ini dalam hilang secara berangsur – angsur dan efektifitas anda baik dalam bekerja ataupun belajar sehari – hari dapat bertambah.

Tips – tips itu adalah :

Atur pola makan.

Syaraf otak (neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga kantuk datang menyerang (contohnya makan kangkung).

Asosiasikan/bayangkan apa yang diharapkan dari kegiatan bekerja atau belajar itu.

Misalkan : pendapatan (uang) yang tinggi atau skor yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya. Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa “pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to kantuk!

Programlah pikiran bawah sadar Anda dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus).

Salah satu cara untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai berpihak pada rasa kantuk.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Aturlah posisi duduk siap untuk bekerja atau belajar.

Jangan sambil duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula sambil tiduran. Posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya kantuk? Posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran. Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau kondisi siap untuk ngantuk/tidur.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Patahkan pola kantuk Anda.

Kantuk itu ada polanya. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!

Salah satu caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan lanjutkan dengan duduk bersandar. Cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi, atau jalan-jalan kecil di ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak akan ngantuk lagi.

Yang juga cukup penting adalah : Tehnik mematahkan pola (pikir dan kebiasaan).

Sebab, hampir semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus diputus.

Tips – tips ini masih subjektif sifatnya. Artinya masih perlu banyak bukti tentang efektifitasnya. Namun, hemat saya, keberhasilan tip ini sangat tergantung pada sejauh mana Anda benar-benar mau membuang rasa kantuk setiap kali Anda terserang. Semakin kuat keinginan Anda untuk benar-benar mengalahkan kantuk, Anda akan berhasil. Selamat mencoba.

Profil Da’i Abad 21 (Fauzan)

Desember 25, 2007 pukul 2:12 am | Ditulis dalam Penataan dan Pemetaan | Tinggalkan komentar

Tulisan ini secara khusus dipersembahkan kepada mereka yang telah mengazamkan hidupnya untuk dakwah.

Arus dakwah seakan semakin tak terbendung. Ia mengalir laksana aliran air yang memenuhi setiap “lorong” kehidupan, tak terkecuali “lorong” yang bernama Politik. Mengaliri lorong yang yang satu ini, seakan banyak memberi pengharapan terhadap apa yang namanya “perubahan”.

Setelah cukup lama “berjuang” dalam Mihwar-Tandzimi, terutama di era awal perkembangan dakwah, dakwah kini telah merambah ke Mihwar-Muassasi bahkan Mihwar Dauli. Salah satu ciri khas Mihwar ini, adalah mulai bersentuhannya dakwah dengan ruang dan urusan publik yang multidimensional. Ketika dakwah-Politik disamping diterjamahkan sebagai sebagai usaha demi tegaknya hukum Allah, ia juga bermakna”seni” melayani ummat (dibaca publik), maka ada banyak “kebutuhan-keinginan” publik yang harus diakomodasi.

Keharusan melakukan “ekspansi” dakwah, telah mengantarkan para kadernya kepada sebuah “era buka-bukaan” di ruang publik. Mihwar ini juga menuntut para kadernya tidak hanya piawai dalam menyampaikan materi-materi halaqah, tapi ia juga seorang “politisi” yang tangguh dan berahlaq. Ada banyak “kebutuhan” publik yang harus dipenuhi. Sehingga setiap kader tidak hanya berkualitas dari sisi “normatif-teoritis”, tapi ia juga berkualitas dari sisi “praktis-aplikatif”. Mihwar Muassasi-Dauli membutuhkan jundi-jundi dengan karakteristik (profil) yang tidak sama jika dibandingkan dengan saat dakwah ini berada pada Mihwar Tandzimi.

Secara mendasar, karakteritik itu bisa didapat dalam 10 Muwashafat, yakni: Salimul aqidah (Akidah yang bersih), Shahihul ibadah (Ibadah yang benar), Matinul khuluq (akhlak yang kokoh), Qowiyyul jismi (jasmani yang kuat) Mutsaqqoful fikri (berwawasan pemikirannya), Mujahadatul linafsihi (Kuat kesungguhan jiwanya), Harishun ala waqtihi (cermat mengatur waktu), Munzhzhamun fi syuunihi (Teratur dalam suatu urusan), Qodirun alal kasbi (mandiri perekonomiannya) dan Nafi’un lighoirihi (bermanfaat bagi yang lain).

Kesepulah aspek dasar “kualitas” kader dakwah tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya pembinaan yang rutin dan istiqomah di berbagai sarana tarbiyah yang telah digariskan oleh “manhaj tarbiyah”. Beberapa diantarnya adalah Halaqah Tarbawi sebagai “agenda terdepan” guna pembentukan akidah, fiqrah, ibadah, ahlaq dan kemahiran dalam ber-amal jama’i. Selain itu ada Mabit, Daurah, Rihlah, Mukhayyam, dll, yang semuanya harus menjadi agenda tersendiri bagi setiap kader.

Untuk bisa survive di era ini, beberapa ‘Amal (kerja) sebagai “terjemahan” dari 10 muwashafat harus menjadi bagian “kerja” yang tak boleh ditinggalkan oleh setiap kader dakwah, beberapa diantarnya adalah ‘Amal Da’awi (kerja dakwah) yang menjadi agenda utama, ‘Amal ‘Ilmi (kerja akademik), ‘Amal Mihani (kerja profesi), ‘Amal Iqtishadi (kerja ekonomi), ‘Amal Siyasi (kerja politik), ‘Amal I’lami (kerja media dan informasi), ‘Amal Ijtima’i (kerja kemasyarakatan). Inilah jalan untuk mengantarkan kader dakwah menjadi da’i yang normatif-teoritis, sekaligus praktis-aplikatif.

Beberapa tahun ke depan, dakwah ini akan banyak berhadapan dengan beragam peluang, juga tantangan. Peluang itu adalah semakin terbukanya “kran” dakwah sehingga ia mampu mengalir ke bermacam bidang kehidupan, lembaga pemerintahan, swasta dan ruang publik lainnya. Ekspansi dakwah ini semakin menuntuk tersedianya kader-kader dakwah yang tangguh dan mandiri. Kemampuan kader-kader dakwah melakukan ekspansi dakwah, penyebaran fiqrah, dan memperluas pengaruh pada “ruang publik” akan menentukan keberhasilan dakwah. Profesionalisme kader dakwah, itulah salah satu jawaban guna memenuhi kebutuhan di era Muassasi-Dauli.

Tidak terlalu berlebihan kiranya, jika para Qiyadah dakwah merumuskan karakteristik yang harus melekat pada setiap kader dakwah yang profesional, diantaranya adalah: (1) Kokoh dan Mandiri, (2) Dinamis, Kreatif dan Inovatif, (3) Spesialis yang berwawasan Global, (4) Produktif, (5) Mahir berAmal Jama’i, (6) Pelopor Perubahan, dan (7) Kepemimpinan Masyarakat. Tiga karakter pertama merefleksikan kapasitas Internal. Selanjutnya diperkuat dengan dua karakter berikutnya yang merefleksikan Kapasitas Sosialnya, dan akhirnya, dua kapasitas tersebut disempurnakan dengan dua karakter berikutnya yaitu sebagai pelopor perubahan (agent of change) yang mempunyai jiwa kepemimpinan.

Akhirnya sebagai penutup, setiap kader harus “sholeh” secara pribadi dan “sholeh” secara sosial. Selanjutnya kedua kesholehan tersebut diintegrasi dan disinergikan untuk tampil sebagai “aktor politik” guna membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

sendiri

Desember 24, 2007 pukul 1:54 pm | Ditulis dalam Penataan dan Pemetaan | Tinggalkan komentar

Dalam menyendiri, tidak ada yang lebih baik selain berpikir untuk menyiapkan masa berlari dan merapihkan keadaan diri

u_re_my_friend (Aulia)

November 6, 2007 pukul 2:21 pm | Ditulis dalam Jendela Hati | Tinggalkan komentar

(email dari adikku tersayang, yang sedang berulang tahun ………)
Bila “Dia” memenggil mu lebih dahulu,
Mohonlah pada Nya apakah dapat membawa seorang sahabat.

Bila usiamu sampai seratus tahun,
Aku ingin hidup seratus tahun kurang satu hari,

Jadi aku tak akan merasa hidup tanpa mu,

disisiku.

Sahabat sejati , akan
tetap bersama kita,

ketika kita merasa seisi

dunia meninggalkan kita

Ayahku selalu berkata,
Bila kamu memiliki banyak

sahabat sejati, , maka

kau akan memiliki kehidupan

yang indah.

Jika seluruh sahabat kumelompat
dari suatu jurang,

aku tak akan mengikuti mereka,

Aku akan berada di dasar jurang

untuk menangkap mereka

Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu
Aku akan membimbingmu
dan kau akan membimbingku

begitu sebaliknya

Persahabatan adalah satu jiwa
dalam dua raga

Jangan kamu berjalan
didepanku, aku tak

dapat mengikuti mu.

Jangan kamu berada di

belakangku ,aku tak bisa

Memimpinmu.

Berjalanlah disampingku,

jadilah temanku.

Teman akan mendengarkan
Apa yang kau katakan,

Sahabat sejati akan mendengar

apa yang tidak kamu katakan.

Seorang sahabat adalah yang dapat
mendengarkan lagu didalam hatimu,

dan menyanyikan kembali tatkala

kau lupa akan bait-baitnya.

Kita semua memiliki peran
yang berbeda dalam hidup ini,

Tapi tak menjadi soal dimana posisi

kita, akan memiliki arti sekecil apapun

peran itu

Sahabat adalah Tangan Tuhan untuk menjaga kita
Orang asing adalah teman
yang menunggu apa yang akan terjadi.

Sahabat sejati seperti penganan dalam

mangkuk kehidupan

avantha@desilver.com

Iman dengan Takdir

November 3, 2007 pukul 2:19 pm | Ditulis dalam Keajaiban 2 Kalimat | Tinggalkan komentar

Republika, Sabtu, 03 Nopember 2007

Oleh : Rifqi Fauzi

”Tidak ada satu pun musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah SWT, dan barang siapa yang beriman kepada Allah SWT niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghabun [64]: 11).

Iman kepada takdir adalah pilar kehidupan yang Allah SWT anugerahkan kepada setiap hambanya yang beriman. Dengan mengimani takdir seseorang akan mampu dan siap mengarungi bahtera kehidupan dengan sempurna, karena iman kepada takdir akan menumbuhkan sifat positif. Dengan begitu, dia akan senantiasa berada dalam keseimbangan.

Di antara sifat positif itu adalah, pertama, dengan iman kapada takdir seseorang akan selalu dalam kebaikan. Bersyukur ketika Allah SWT memberikan nikmat dan bersabar serta tawakal ketika Allah memberikan musibah. Hal ini bertolak belakang dengan kebanyakan manusia pada umumnya, sebagaimana firman-Nya, ”Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri, akan tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa.” (QS Fushshilat [41]: 51).

Kedua, dengan iman kepada takdir, seseorang akan senatiasa bekerja keras dan istikamah. Karena, ia percaya dan mengimani bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali dengan usahanya sendiri. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah SWT tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra`du [13]: 11).

Ketiga, dengan iman kepada takdir berarti mengimani bahwa musibah dan bencana yang datang bukan hanya merupakan kodrat Ilahi, namun juga dikarenakan kesalahan manusia sendiri. Sehingga, akan senantiasa mawas diri, selalu berhati-hati, tidak menyombongkan diri dan menghentikan segala perbuatan yang dapat mendatangkan kerusakan dan Adzab Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, ”Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah nikmat dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS An-Nisaa [4]: 79).

Jelaslah, iman pada takdir bukan berarti kita diam tak berdaya dan memasrahkan semua pada takdir. Atau menyalahkan semua kejadian buruk yang menimpa kita dengan kilah, ”Takdirku sungguh kejam.”

Karena mengimani takdir sesungguhnya adalah motivasi bagi kita untuk berbuat yang terbaik. Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri. Wallahu a`lam bish-shawab.

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.